Dorong Brebes Menjadi Sentra Pisang, BRMP Hortikultura Gelar Bimtek Budidaya dan Pengolahan Pisang
Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Hortikultura melalui Program Klinik Modernisasi Pertanian menyelenggarakan Bimbingan Teknis Budidaya Tanaman Pisang, Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Pisang, dan Pengolahan Hasil Buah Pisang pada 26–27 November 2025. Kegiatan digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Bimtek ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari petani, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Banyaknya jumlah peserta yang hadir mencerminkan besarnya minat masyarakat untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya dan pengolahan hasil hortikultura, khususnya komoditas pisang yang memiliki potensi besar di wilayah Brebes.
Pada hari pertama, peserta memperoleh materi dari Tim Komoditas Pisang Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Buah Tropika. Melalui pemaparan Dr. Andre Sparta, S.P., M.Sc., peserta diajak memahami teknik budidaya pisang secara menyeluruh mulai dari pemilihan benih, pengolahan lahan, kebutuhan hara, pengairan, teknik pemupukan, hingga pemeliharaan tanaman. Berbagai persoalan yang kerap dijumpai petani di lapangan—mulai dari rendahnya produktivitas hingga kualitas hasil panen yang belum optimal—juga dibahas secara rinci untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Nur Salamah Harahap, S.P., yang menjelaskan strategi pengendalian OPT pisang secara terpadu. Peserta diperkenalkan pada ciri-ciri penyakit yang kerap menyerang seperti layu fusarium dan penyakit darah (BDB), serta serangan hama seperti penggerek batang dan bonggol. Selain itu, peserta juga dibekali dengan teknik pencegahan melalui sanitasi kebun, penggunaan benih sehat, pembungkusan tandan, serta sterilisasi alat agar penyebaran hama dan penyakit dapat diminimalkan. Sesi materi berlangsung sangat aktif dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi yang menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap permasalahan yang mereka hadapi dalam pengelolaan kebun sehari-hari.
Kegiatan berlanjut pada hari kedua dengan praktik pengolahan hasil pisang yang dipandu oleh Iil Rohani. Peserta mempelajari dan mencoba langsung beragam teknik pengolahan, mulai dari pembuatan tepung pisang, nasi goreng pisang, keripik pisang, brownies pisang, pisang frozen, dodol pisang, hingga selai pisang. Seluruh tahapan dilakukan secara bersama-sama, mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, hingga pengemasan produk. Praktik ini mendapat respons sangat positif, khususnya dari anggota KWT dan ibu-ibu PKK yang melihat peluang besar untuk memanfaatkan olahan pisang sebagai produk bernilai tambah yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan atau usaha kelompok. Melalui praktik ini, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga memperoleh pemahaman tentang pentingnya diversifikasi produk sebagai strategi peningkatan nilai ekonomi pisang.
Selain antusiasme peserta, pelaksanaan kegiatan ini turut didukung secara aktif oleh para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bantarkawung yang berperan dalam memastikan kelancaran pelaksanaan bimtek. Para PPL mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung, membantu koordinasi di lapangan, serta memastikan proses penyampaian materi dan praktik berjalan tertib dan efektif. Semangat dan keterlibatan aktif para penyuluh menjadi salah satu faktor penting yang membuat kegiatan ini dapat berlangsung dinamis dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh peserta.
Melalui rangkaian bimtek ini, BRMP Hortikultura berharap para peserta dapat menerapkan teknologi budidaya pisang yang lebih modern sekaligus mengembangkan berbagai olahan pisang bernilai tambah. Upaya ini diharapkan menjadi pendorong bagi pengembangan pertanaman pisang di Kabupaten Brebes secara lebih terarah dan berkelanjutan, sehingga daerah ini dapat tumbuh menjadi salah satu sentra pisang yang kuat di tingkat nasional. Pada akhirnya, dengan meningkatnya kapasitas petani dan masyarakat, Brebes diharapkan mampu memaksimalkan potensi hortikulturanya dan menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.