Thumb

HADIS JAYANTI

KEPALA BALAI PERAKITAN DAN PENGUJIAN TANAMAN SAYURAN







Profil

HADIS JAYANTI S.P., M.P., Ph.D., merupakan Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran dengan latar belakang keilmuan Entomologi Pertanian serta pengalaman luas dalam penelitian, perakitan, dan pengujian teknologi pengelolaan hama tanaman hortikultura.

Pendidikan Sarjana Pertanian diselesaikan pada Program Studi Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Bali, pada tahun 2008. Pendidikan Magister Pertanian bidang Bioteknologi Pertanian diselesaikan pada tahun 2010 di universitas yang sama.

Karier sebagai peneliti dimulai pada tahun 2011 di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA), Lembang–Bandung, sebagai calon peneliti pada Kelompok Peneliti Entomologi dan Fitopatologi. Dalam kurun waktu tersebut, yang bersangkutan aktif melaksanakan penelitian komoditas sayuran, khususnya dalam perakitan teknologi pengelolaan hama tanaman sayuran, serta dipercaya mengemban tugas sebagai Koordinator Kerja Sama Penelitian Dalam dan Luar Negeri pada periode 2012–2014.

Sejak tahun 2014, yang bersangkutan bertugas di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali (BPTP Bali) dan terlibat aktif dalam kegiatan Pendampingan Kawasan Agribisnis Hortikultura (PKAH) pada komoditas bawang merah dan jeruk. Kegiatan pengkajian yang dilakukan meliputi pelaksanaan sekolah lapang serta pengujian komponen teknologi pengendalian hama di tingkat lapangan.

Pada tahun 2015, Hadis Jayanti melanjutkan pendidikan doktoral (S3) melalui Tugas Belajar Luar Negeri di Georg-August-Universität Göttingen, Jerman, pada bidang Entomologi Pertanian, dan berhasil menyelesaikan program Ph.D. pada tahun 2020.

Sejak kembali ke Indonesia pada tahun 2020, Hadis Jayanti kembali aktif melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi pertanian. Berbagai hasil kegiatan tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal dan prosiding nasional maupun internasional, buku ilmiah, serta menghasilkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa invensi perangkat lunak. Selain itu, yang bersangkutan aktif berpartisipasi dalam forum ilmiah nasional dan internasional serta kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.